MBRONDOL SALAH SATU KEGIATAN DIPERKEBUNAN KELAPA SAWIT YANG MENGHASILKAN

UBINHIJAU- Dalam dunia perkebunan dan pertanian banyak ditemukan kegiatan-kegiatan yang lumrah terjadi setelah atau saat masa panen tiba dan terkadang penyebutannya pun cukup menarik loh... dalam artikel ini Penyebutan "Kegiatan" nampaknya cukup sesuai ditelinga pembaca jadi penulis akan banyak menyebut kata-kata "Kegiatan" nantinya. Sebuah kegiatan akan disesuaikan dengan apa yang menjadi kebiasaan di daerah tersebut seperti Bertani disawah,berkebun diladang atau kapling. kegiatan bertani misalnya, dalam menanam Padi sebagian dari masyarakat khussnya diwilayah Tegal momen ketika masa panen tiba, dari beberapa kalangan masyarakat beramai-rami atau sendiri mencari sisah-sisah padi yang tidak terjamah oleh para petani dan hal ini biasa disebut oleh masyarakat sekitar dengan istilah "NGGAMPUNG". Seperti hal nya dalam perkebunan Kelapa Sawit yang tak jauh berbeda dengan kegiatan dipersawahan, juga terdapat istilah penyebutan kegiatan yang unik yaitu "MBRONDOL". Kesesuain dalam penyebutan kata tambahan "KEGIATAN" tersebut karena Mbrondol merupakan kegiatan yang tanpa digaji namun bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, yang mana kegiatan ini ditemukan disaat perkebunan Kelapa Sawit sedang masuk masa panen. Kegiatan Mbrondol,banyak dilakukan oleh masyarakat yang kehidupanya bergantung pada sebuah perkebunan "Kelapa Sawit". Banyak dari anak-anak maupun orang dewasa baik dari pemilik perkebunan atau yang tak memiliki perkebunan sekalipun berlomba-lomba mencari biji buah Kelapa Sawit yang biasa disebut dengan "BRONDOLAN", Yaa...! Brondolan bukan Brandalan, yaitu biji buah Kelapa Sawit yang sudah rontok. Kerontokan yang disebabkan karena Buah Kelapa Sawit sudah terlalu matang sehingga menyebabkan biji Kelapa Sawit terlepas dari tempatnya yang biasa disebut oleh masyarakat sekitar dengan sebutan "JANJANGAN". Brondolan ini juga akan lebih banyak berserakan dibawah tanah ketika buah sawit yang sudah terlalu matang itu dijatuhkan dari pohon Kelapa Sawit yang tingginya bisa mencapai lebih dari 8 M. Seiring perkembangan zaman kegiatan mbrondol tidak lagi menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh sebagian anak-anak saat ini. Berbeda dengan anak-anak yang lahir pada tahun 90'n saat libur sekolah digunakan untuk mencari Brondolan hingga satu Karung penuh dengan berat sekitar 50 Kg yang bisa ditukar dengan uang 50 Rb. Namun saat ini kegiatan-kegiatan tersebut menjadi suatu kegiatan yang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, tidak sedikit juga kegiatan tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang yang kekurangan dsri segi ekonominya.Sehingga saat ini kegiatan mbrondol banyak dilakukan dengan tanpa izin dari pemilik kebun atau mengambil secara langsung dari perkebunan milik orang yang memang tidak diambil brondolan tersebut.

Komentar